Posted by : Niam Tamami May 13, 2016

Saya adalah programmer pemula dalam penggunaan javascript. Ketertarikan saya mengenai javascript dimulai ketika saya harus membuat interface untuk perangkat internet of things. Javascript cukup menarik perhatian saya karena bisa di eksekusi oleh perangkat komputer maupun mobile. Yang kedua adalah script ini di eksekusi di sisi klien, jadi sangat praktis. Terakhir adalah pemrograman ini lebih mudah dibandingkan android, gampang debuggingnya, jika error tidak sampai menyebabkan force close, hehe. Kali ini akan kita bahas mengenai penggunaan javascript secara inline dan external javascript.

menurut sumber dari "http://trikmudahseo.blogspot.com/2012/11/perbedaan-inline-dan-external-javascript.html" bahwa, 

Perbedaan Inline dan External Javascript tentu saja terletak pada cara penempatannya. Inline javascript itu adalah kode yang diletakkan di antara tag <script> dan </script> dan ditaruh pada kode template. Lazimnya kode seperti ini biasanya bisa kita temukan tepat di atas </head> dan kode ini dibuat untuk menghasilkan efek yang cenderung lebih atraktif dari css biasa.

Berbeda dengan Inline, .... External javascript adalah kode yang sama dengan kode yang diletakkan di antara tag tadi. Bedanya, kode ini disimpan dalam file berekstensi .js dan dihost pada sebuah server berbeda. Kode ini kemudian "dimuat" dengan menggunakan kode <script type="text/javascript" src="URL extenal javascript"> </script>

Mana yang lebih baik? Jawabnya, tergantung blog anda seperti apa....

Kalau scriptnya pendek, sepertinya masih lebih baik jika script tersebut dibuat secara inline di dalam kode template anda. Berbeda jika kodenya cukup panjang, itu akan lebih baik jika dibuat sebagai eksternal java script.

Kenapa script yang panjang lebih baik digunakan sebagai external javascript? Karena kalau kodenya dipisah akan lebih mudah untuk dicache oleh browser pengunjung blog anda. Artinya jika pengunjung membuka blog anda berkali-kali, maka tidak perlu lagi dibebani dengan pemuatan script ini.

Jadi kalau blog anda memang dipenuhi dengan script yang cukup berat, ada baiknya anda memastikan script tersebut adalah external javascript. Seandainya script tersebut adalah inline javascript dan ternyata cukup panjang ada baiknya anda menjadikannya external. Bagaimana cara mengubahnya menjadi external javascript?

Mudah saja, copy semua kode di antara <script> dan </script> dalam inline javascript tadi. Paste ke dalam notepad dan simpan notepad dengan nama file berakhiran .js. Misalnya: mymenuscript.js. Setelah itu host file javascript ini pada sebuah server dan ambil URL nya. Pastikan anda menggunakan host yang handal dalam kecepatan.

Panggil URL javascript yang tadi sudah anda dapatkan dengan menggunakan kode external javascript. Kodenya seperti ini:
<script type="text/javascript" src="URL extenal javascript"> </script>

Letakkan kode baru ini sebagai pengganti kode <script>.......</script> tadi. Artinya anda harus menghapus kode sebelumnya dan dengan begini inline javascript sudah berubah menjadi external.

Cukup sekian catatan nitbot, semoga berguna :).

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Entri Populer

tweet

- Copyright © 2013 blog.nitbot.com -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -