Free Books | Buku Gratis

blog.nitbot.com
Silahkan cari di laman berikut:
1) http://gen.lib.rus.ec
2) http://sci-hub.org
3) http://sci-hub.cc
4) http://sci-hub.bz
4) http://search.crossref.org
5) http://booksc.org/
6) http://libgen.io/
7) http://gen.lib.rus.ec/scimag/
8) http://airccj.org/csecfp/library/index.php

for text books, these are the links:
1) http://libgen.org/
2) http://gen.lib.rus.ec/
3) http://en.bookfi.org/
4) http://lib.freescienceengineering.org/
5) http://bookza.org/
6) http://bookzz.org/

Free Download Fulltext Articles From Journals and Ebooks..

Untuk yang open akses, terdapat beberapa pilihan yang bagus :

1. Directory of Open Access scholarly Resources (ROAD)
http://www.kopertis12.or.id/2016/03/13/directory-of-open-access-scholarly-resources-road.html

Terdapat 13.745 open access resources dari 150 Negara siap diunduh, terdiri dari: 13.062 journal diantaranya 2.625 yang terindex Scopus 240 Academic Repositoriies 202 Monographic Series 126 Conference Proceeding 103 Scolarly Blogs.

2. Indonesia OneSearch by The National Library of Indonesia, 2016
http://www.kopertis12.or.id/2016/02/12/indonesia-onesearch-by-the-national-library-of-indonesia-2016.html

Terhimpun Journal dan ebook dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.
Terdapat 2.734 Journal reputasi berbagai bidang ilmu, sebanyak 21.473.752 artikel jurnal full text avaiable SIAP DIUNDUH, tanpa perlu login.

3. Journals with Open Access options
http://journalfinder.elsevier.com

Dengan mengisi kata kunci title dan abstrak dan conteng kotak Filter : Limit to journals with Open Access options.

4. OAJ terindex Scopus yang dikelola Elsevier/Sciencedirect
http://www.sciencedirect.com/science/journals/all/all-open-access

Kelihatannya terdapat 2.282 jurnal, namun hanya Edisi tertentu dari jurnal tsb yg free.

5. OMICS Open Access Journals
http://www.omicsonline.org/open-access-journals-list.php

OMICS Internasional is current managing 700 + Open Access Journals in field of Clinical, Medical, Life Science, Pharma, Environmental..

6. IEEE Xplore Digital Library
http://ieeexplore.ieee.org/Xplore/home.jsp

7. Browse Journals-Wiley Open Access
http://www.wileyopenaccess.com/view/journals.html

8. Directory of Open Access Journals
https://doaj.org

9. Open Access Journals Search Engine (OAJSE)
http://www.oajse.com

10. BookSC
The world’s largest scientific articles store. 50,000,000+ articles for free.
http://booksc.org/

11. Portal e-journal langganan Kemristekdikti
ProQuest:
http://search.proquest.com
Cengage:
http://infotrac.galegroup.com/itweb
Untuk Pencarian Terpadu:
http://ristekdikti.summon.serialssolutions.com
Untuk peroleh username dan password ikuti ini:
http://simlitabmas.dikti.go.id/ejournal/Default.aspx

$(document).ready(function() {
setInterval(function() {
     $('#show').text('by niamtamami');
 }, 3000);
});
August 17, 2017
Posted by Niam Tamami

Cara menghitung h-index pada google scholar

blog.nitbot.com
H-index, h-indeks merupakan salah satu parameter penilaian kinerja dari seorang peneliti. Google Scholar telah menggunakan model perhitungan h-index, h-indeks untuk menentukan pengukuran kinerja peneliti. Seringkali Dikti memanfaatkan nilai indeks sebagai persyaratan calon penerima pendanaan penelitian. Oleh karena itu, penting sekali untuk mempertahankan nilai indeks terus maksimal.
Berikut ini adalah cara perhitungan h-index, h-indeks,

h-index = sitasi = jumlah artikel publikasi.

Gambar 1. ilustrasi perhitungan h-index, h-indeks
sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/H-index 

keterangan :
sitasi/citation = kutipan artikel di daftar referensi/pustaka

syarat :
artikel publikasi sudah ditemukan di google scholar

contoh :
Gambar 2. contoh 1
Pada contoh 1, h-index, h-indeks peneliti ini 1, karena hanya 1 artikel yang disitasi oleh 6 artikel orang lain.

Gambar 3. contoh 2
Pada contoh 2, h-index, h-indeks peneliti ini 3, karena pada artikel ke 4 jumlah sitasinya cuma 3.

Berikut ini adalah contoh h-index beberapa peneliti yang ada di Google Scholar
Setidaknya ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk memaksimalkan nilai h-index kita yaitu
1. Terus mengupdate artikel publikasi pada Google Scholar.
2. Pasang target untuk tiap-tiap artikel publikasi kita agar disitasi oleh orang lain.
3. Atur strategi agar h-index naik misal publikasi sudah 5 dengan H index 5 maka ingin menjadi naik keenam maka publikasinya harus ditambahkan satu lagi dengan sitasi minimal pada artikel ke 6 adalah 6.

$(document).ready(function() {
setInterval(function() {
     $('#show').text('by niamtamami');
 }, 3000);
});
July 29, 2017
Posted by Niam Tamami

Fastener - Pengikat | Lecturer Notes - Part 2 Rivet

blog.nitbot.com
Rivet secara umum dikategorikan menjadi 2 yaitu solid shank dan spesial rivet (blind rivet).
berikut blind rivet,
berikut ini rivet solid shank yang biasa digunakan di pesawat.
Identifikasi menurut AN Standard


AN426 or MS20426 C-sunk head 100O
AN430 or MS20430 Round head
AN441 Flathead
AN456 Brazier head
AN470 or MS20470 Universal head.

Identifikasi berdasarkan Letter

“A” Al All, 1100 or 3003 composition
“AD” Al All, 2117-T composition
“D” Al All, 2017-T composition
“DD” Al All, 2024-T composition
 “B” Al All, 5056 composition
 “C” Copper
 “M” Monel
Absence of a letter following AN standard and number indicates a rivet manufacture from mild steel.

Contoh :
Tambahan 
There five grades available: 
  • 1100 rivet, (99.45% pure al alloy) for riveting non structural (strength is not factor), 
  • 2017-T and 2024-T rivets, these rivets are annealed and must be kept refrigerated until they are to be driven. 
  • 2017-T app 1 hrs, 2024-T 10-20 min be driven after remove from refrigeration. (same size 2217-T rivet), used in al alloy structure, more strength is needed. 
  • 2117-T (field rivet) ready for used, no need further heat-treating or annealing, used for riveting al alloy structure. 
  • 5056 rivets used for riveting magnesium alloy its corrosion-resistant in combination with magnesium.  




May 27, 2017
Posted by Niam Tamami

Fastener - Pengikat | Lecturer Notes - Part 1 Baut dan Mur

blog.nitbot.com


Jenis-jenis fastener

1. Bolt (Baut) - penulis belum bisa memberikan kesimpulan kode AN nya
2. Nuts (Mur) - AN3XX
3. Rivet (rivet) - AN4XX
4. Screw (sekrup) - AN5XX
5. Washer (mirip ring) - AN9XX
6. Quick - release fastener

Bolts (Baut) dan Nuts (Mur)
Bolt
Hex head AN 3 through AN 20 bolts is an all purpose structural bolt (General Purpose) for general application (tension and shear load) light drive fit.

exp:
Identification AN 4-12
4 = Diameter in 1/16 “ increments
12 = Length in 1/8” increments

exp:
AN 3DD5A
3 = Diameter 3/16"
DD = Double Dash -> Material 2024 (Aluminium alloy tembaga)
5 = Panjang Grip 5/8"


Kesimpulan dasar, ukuran diameter bolt tiap 1/16", kalau panjang 1/8".

Nuts
Non Self-Locking
Plain hex nut, Carrying large tensional load,

Plain check nut, As a locking device for plain nut

Castle nut, Large tension load accommodate a cotter pin or lockwire

Castellated shear nut, Subject to shearing stress

Light hex nut, and Light tension

Wing nut.

Self-locking Nut
locking included as integral part

Special Nut
Anchor Nut
Sheet Spring Nut

Klincher locknut, dengan menggunakan banyak tambahan washer

Contoh

Kesimpulan, pada nut/mur ukuran di nyatakan dalam diameter tiap 1/16" sama seperti bolt. AN310 Castle Nut, AN320 Castellated shear Nut.

Selanjutnya pada part 2 membahas :

Washer (mirip ring)
Rivet (rivet)
Screw (sekrup)
Quick - release fastener

Class of Fit (Thread - ulir).
Threads are designated by Class fit of a thread indicates the tolerance allowed in manufacturing: Class 1 is a LOOSE fit,
Class 2 is a FREE fit,
Class 3 is a MEDIUM fit,
 Class 4 is a CLOSE fit, and
Class 5 is a TIGHT fit.

Aircraft bolts are almost always manufactured in the Class 3, medium fit.

May 21, 2017
Posted by Niam Tamami

Steel numbering system | Penomoran Besi Baja

blog.nitbot.com

Jembatan keledainya, cacah nanas dadi kripik nanas, moly ora gowo kripik, kripik vanas di tumis ambek silikon.



Penomoran ini penting untuk mengetahui jenis dari baja yang digunakan.  Key to the AISI/SAE steel numbering system
  • Carbon Steels:
    • The first digit is "1" as in 10xx, 11xx, and 12xx
    • The second digit describes processing: "1" is resulfurized and "2" is resulfurized and rephosphorized.
  • Manganese Steel:
    • The first digit is "1" as in 13xx and is, indeed, a carbon steel. However, since manganese is a normal by-product of carbon steel making the AISI/SAE has decided not to classify it as an alloy steel.
    • The second digit is always "3"
  • Nickel Steel:
    • The first digit is "2" as in 23xx and 25xx
    • The second digit designates the percentage of nickel in the steel.
  • Nickel-Chromium Steel:
    • The first digit is "3" as in 31xx, 32xx, and 33xx,
    • The second digit designates the percentage of nickel and chromium in the steel .
  • Molybdenum Steels:
    • The first digit is "4" as in 40xx and 44xx.
    • The second digit designates the percentage of molybdenum in the steel.
  • Chromium Steel:
    • The first digit is "5" as in 51xx and 52xx
    • The second digit designates the percentage of chromium in the steel.
  • Chromium-Vanadium Steel:
    • The first digit is "6" as in 61xx
    • The second digit designates the percentage of chromium and vanadium in the steel.
  • Tungsten-Chromium Steel:
    • The first digit is "7" as in 72xx
    • The second digit designates the percentage of tungsten and chromium
  • Silicon-Manganese Steel:
    • The first digit is "9" as in 92xx
    • The second digit designates the percentage of silicon and manganese in the steel.
  • Triple Alloy Steels:
    • These steels contain three alloys
    • The first digit can be "4", "8", or "9" depending on the predominate alloy
    • The second digit designates the percentage of the reaming two alloys.

Jembatan keledainya, cacah nanas dadi kripik nanas, moly ora gowo kripik, kripik vanas di tumis ambek silikon.

10XXCarbon steelsPlain carbon, Mn 1.00% max
11XXResulfurized free machining
12XXResulfurized / rephosphorized free machining
15XXPlain carbon, Mn 1.00-1.65%
13XXManganese steelMn 1.75%
23XXNickel steelsNi 3.50%
25XXNi 5.00%
31XXNickel-chromium steelsNi 1.25%, Cr 0.65-0.80%
32XXNi 1.75%, Cr 1.07%
33XXNi 3.50%, Cr 1.50-1.57%
34XXNi 3.00%, Cr 0.77%
40XXMolybdenum steelsMo 0.20-0.25%
44XXMo 0.40-0.52%
41XXChromium-molybdenum steelsCr 0.50-0.95%, Mo 0.12-0.30%
43XXNickel-chromium-molybdenum steelsNi 1.82%, Cr 0.50-0.80%, Mo 0.25%
47XXNi 1.05%, Cr 0.45%, Mo 0.20-0.35%
46XXNickel-molybdenum steelsNi 0.85-1.82%, Mo 0.20-0.25%
48XXNi 3.50%, Mo 0.25%
50XXChromium steelsCr 0.27-0.65%
51XXCr 0.80-1.05%
50XXXCr 0.50%, C 1.00% min
51XXXCr 1.02%, C 1.00% min
52XXXCr 1.45%, C 1.00% min
61XXChromium-vanadium steelsCr 0.60-0.95%, V 0.10-0.15%
72XXTungsten-chromium steelsW 1.75%, Cr 0.75%
81XXNickel-chromium-molybdenum steelsNi .30%, Cr 0.40%, Mo 0.12%
86XXNi .55%, Cr 0.50%, Mo 0.20%
87XXNi .55%, Cr 0.50%, Mo 0.25%
88XXNi .55%, Cr 0.50%, Mo 0.35%
92XXSilicon-manganese steelsSi 1.40-2.00%, Mn 0.65-0.85%, Cr 0-0.65%
93XXNickel-chromium-molybdenum steelsNi 3.25%, Cr 1.20%, Mo 0.12%
94XXNi 0.45%, Cr 0.40%, Mo 0.12%
97XXNi 0.55%, Cr 0.20%, Mo 0.20%
98XXNi 1.00%, Cr 0.80%, Mo 0.25%
May 20, 2017
Posted by Niam Tamami

Aluminum Codes | IADS aluminum numbering system | Penomoran Aluminium

blog.nitbot.com

Jembatan keledai : ali tenis karo mangan silikon, magti magti silikon seng disalahne.


Kode ini sangat penting untuk identifikasi logam dengan jenis campuran aluminium. Semoga bermanfaat
Key to the IADS aluminum numbering system
The first digit designates the major alloy
  • The digit "1" as in 1xxx designates alloy free (no alloys) and is at least 99% aluminum. - aluminium
  • The digit "2" as in 2xxx designates copper as the major alloy - tembaga
  • The digit "3" as in 3xxx designates manganese as the major alloy - mangan
  • The digit "4" as in 4xxx designates silicon as the major alloy - silikon
  • The digit "5" as in 5xxx designates magnesium as the major alloy - magnesium
  • The digit "6" as in 6xxx designates magnesium and silicon as the major alloys - magnesium + silikon
  • The digit "7" as in 7xxx designates zinc as the major alloy - seng
  • The digit "8" as in 8xxx designates an unspecified alloy (including lithium)

Jembatan keledai : ali tenis karo mangan silikon, magti magti silikon seng disalahne.



The second digit designates the purity of the aluminum and mill control
  • The digit "0" designates no control
  • The digits "1" through "9" designates different control levels at the mill. These controls are registered wtih IADS. A complete understating requires an in depth study of the specific IADS documentation
The third and fourth digits have two meanings.
  • If the aluminum is 1xxx then the last two digits designate the amount of aluminum above 99%. For example 1025 signifies a non alloyed aluminum that is 99.25% pure aluminum with the remaining 0.75% uncontrolled impurities
  • If the aluminum is any other than 1xxx the last two digits are registered wtih IADS and are not otherwise meaningful. A complete understanding requires an in-depth study of the specific IADS documentation.
The treating of aluminum after it is milled sometimes called temper) is designated by a letter following the four digit IADS number. Each letter signifies exactly how the aluminum was treated. Not all treating is heat treating and not all treating affects temper.
as fabricated, no digits appended
W solution heat treated, no digits appended
O Annealed, no digits appended
H Strain Hardening
  • H1 Strained hardened only
  • H2 Strain Hardened and annealed
  • H3 Strain Hardened and stabilized thermally
  • An additional digit may follow which designates hardness
    • H__2 quarter hard
    • H__4 half hard
    • H__6 three quarter hard
    • H__8 fill hard
Example: 3040-H41 would signify a treating of strain hardening to half hard.
T Thermally treated
  • T1 Cooled from hot work an naturally aged
  • T2 Annealed
  • T3 Solution treated and cold worked
  • T4 Solution treated and naturally aged
  • T5 Cooled from hot work and furnace aged
  • T6 Solution treated and furnace aged
  • T7 Solution treated and stabilized
  • T8 Solution treated, cold worked, and furnace aged
  • T9 Solution treated, furnace aged, and cold worked
  • T10 Cooled from temperature, furnace aged, and cold worked
  • T51 Stress relieved by stretching
  • T510 Stress relieved by stretching with no further processing
  • T511 Stress relieved by stretching and minor straightening
  • T52 Stress relieved by compression
  • T54 Stress relieved stretching and compression
  • T42 Solution treated from O or F temper and naturally aged
  • T62 Solution treated from O or F
Posted by Niam Tamami

Tutorial Monitoring Suhu dengan LM 35 Lewat Komputer

blognitbot.com

PENGUKURAN SUHU MENGGUNAKAN LM35 DENGAN GUI


A.    TUJUAN
1.      Mempelajari tentang rancang rangkaian pengukuran suhu menggunakan LM35.
2.      Mempelajari tentang rancang sistem antarmuka menggunakan Visual Studio C#.

B.     DASAR TEORI
a.       Suhu
Pengertian suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.Sebagai gambaran tentang suhu adalah saat mandi menggunakan air hangat. Untuk mendapatkan air hangat tersebut kita mencampur air dingin dengan air panas. Ketika tangan kita menyentuh air yang dingin, maka kita mengatakan suhu air tersebut dingin. Ketika tangan kita menyentuh air yang panas maka kita katakan suhu air tersebut panas. Ukuran derajat panas dan dingin suatu benda tersebut dinyatakan dengan besaran suhu.

b.      Instrumentasi
Instrumentasi adalah alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendaliandalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks. Instrumentasi bisaberarti alat untuk menghasilkan efek suara, seperti pada instrumen musik misalnya, namun secara umum instrumentasi mempunyai 3 fungsi utama:
1)      sebagai alat pengukuran
2)      sebagai alat analisis, dan
3)      sebagai alat kendali.
Instrumentasi sebagai alat pengukuran meliputi instrumentasi survey/ statistik, instrumentasi pengukuran suhu, dll. Contoh dari instrumentasi sebagai alat analisis banyak dijumpai di bidang kimia dan kedokteran, misalnya, sementara contoh instrumentasi sebagai alat kendali banyak ditemukan dalam bidang elektronika, industri dan pabrik-pabrik. Sistem pengukuran, analisis dan kendali dalam instrumentasi ini bisa dilakukan secara manual (hasilnya dibaca dan ditulis tangan), tetapi bisa juga dilakukan secara otomatis dengan menggunakan komputer (sirkuit elektronik). Untuk jenis yang kedua ini, instrumentasi tidak bisa dipisahkan dengan bidang elektronika dan instrumentasi itu sendiri.
Instrumentasi sebagai alat pengukur sering kali merupakan bagian depan/ awal dari bagian-bagian selanjutnya (bagian kendalinya), dan bisa berupa pengukur dari semua jenis besaran fisis, kimia, mekanis, maupun besaran listrik. Beberapa contoh di antaranya adalah pengukur: massa, waktu, panjang, luas, sudut, suhu, kelembaban, tekanan, aliran, pH (keasaman), level, radiasi, suara, cahaya, kecepatan, torque, sifat listrik (arus listrik, tegangan listrik, tahanan listrik), viskositas, density,dll.

c.       Komponen LM35
LM335 dan LM35 merupakan pilihan pengukuran suhu pada daerah pengukuran suhu rendah (kurang dari 150°C) dengan harga yang lebih murah. Namun IC ini hanya digunakan pada keperluan yang tidak menginginkan ketelitian yang baik. IC LM335 dan LM35 merupakan sensor suhu yang terkemas dalam bentuk Integrated Circuit (IC). Sensor ini memiliki koefisien sebesar 10mV/°C yang berarti bahwa setiap kenaikan suhu 1°C maka akan terjadi kenaikan tegangan sebesar 10mV. IC LM335 dan LM35 memiliki perbedaan pada satuan suhu yang terukur. LM335 memberikan data suhu pada satuan Kelvin (koefisien: 10mV/°K) sedangkan LM35 memberikan data suhu pada satuan Celcius (koefisien: 10mV/°K). IC LM35 memiliki beberapa pilihan range kerja suhu tertentu jika dilihat dari kode (marking) pada kemasannya sebagai berikut:
a.       LM35, -55°C- 150°C LM35A
b.      LM35C, -40°C - 110°C LM35CA
c.       LM35D  -0°C - 100°C

C. PERALATAN
1. Arduino UNO
2. Kabel USB
3. Komponen: LM35, LM358, Resistor 1k, Variabel Resistor, Pin Header
4. Personal Computer
5. Kabel penghubung (male-to-male)

Gambar Fitur dan karakteristik sensor suhu LM35

D.     PROSEDUR
1.      Buat rangkaian untuk sensor suhu menggunakan LM35 yang diberi
penguatan sebesar 5 kali. Seperti dibawah ini:
a.      Skema
b.     Board
 
2.      Buat skematik dan routing boardnya setelah itu lakukan proses etching PCB.
3.      Pasang komponen sesuai dengan desain rangkaian yang telah dibuat.
4.      Buat program pada Arduino UNO menggunakan software Arduino IDE.
Tuliskan program dibawah ini:
int InputLM = A0;
int analogLM;
float suhu,data;
void setup()
{
   pinMode (InputLM, INPUT);  //inisialisasi pin ADC
   Serial.begin(9600);  //setting baudrate (baudrate= kecepatan transfer data)
}
void loop()
{
   analogLM = analogRead(InputLM);  //mengambil data dari pin ADC
   delay(1000);
   data = analogLM/1023.0;  Konversi data ADC
   suhu= data/0.01;
   Serial.println(suhu); //kirim data serial ke PC
   delay(300);
}

5.      Berikut adalah desain dari tampilan GUI menggunakan Visual Studio C#:


6.      Tuliskan program untuk GUI sebagai berikut: 
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.ComponentModel;
using System.Data;
using System.Drawing;
using System.Linq;
using System.Text;
using System.Windows.Forms;
using System.IO.Ports;
namespace WindowsFormsApplication1
{
    public partial class Form1 : Form
    {
        private SerialPort myport;
        private string ambildata;
        int data1;
        public Form1()
        {
            InitializeComponent();
        }
        privatevoid start_btn_Click(objectsender, EventArgs e)
        {
            myport = new SerialPort();
            myport.BaudRate = 9600;
            myport.PortName = port_name.Text;
            myport.DataReceived +=myport_DataReceived;
            stop_btn.Enabled = false;
            try
            {
                myport.Open();
                start_btn.Enabled = false;
                stop_btn.Enabled = true;
                data_tb.Text = "";
            }
            catch (Exception ex)
            {
                MessageBox.Show(ex.Message,"ERROR");
            }
        }
        void myport_DataReceived(object sender, SerialDataReceivedEventArgs e)
        {
            this.Invoke(new EventHandler(displaydata_event));
            ambildata = myport.ReadLine();   
        }
        private void displaydata_event(object sender, EventArgs e)
        {
            data_tb.Text = ambildata;
        }
        private void stop_btn_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            start_btn.Enabled = true;
            try
            {
                myport.Close();
            }
            catch(Exception ex2)
            {
                MessageBox.Show(ex2.Message, "ERROR");
            }
        }
    }
}

7.      Untuk percobaannya maka Arduino UNO harus sudah terhubung
dengan PC dan diketahui tersambung pada COM.
8.      Ketika GUI dirunning perlu tuliskan terhubung pada COM berapa,
pada textbox COM.
9.      Klik tombol Start untuk memulai pembacaan suhu.
10.  Klik tombol Stop untuk memberhentikan pembacaan suhu.
September 21, 2016
Posted by Firmansyah AdiNugroho

Tutorial Monitoring Suhu Menggunakan LM35 dan Arduino dg Interface Menggunakan C#

blognitbot.com
hmmm .. kali ini saya akan memberikan sebuah video tutorial mengenai
bagaimana membuat sebuah alat sederhana, yang bisa di gunakan untuk
mengetahui berapa temperatur suhu ruangan, project ini menggunakan
LM35 dan juga Arduino dengan interface menggunakan C#. Berhubung 
saya rasa alat ini sangat simple, semua orang pasti bisa membuat alat ini.

video

oke, sekian dari saya, saya harap bisa bermanfaat
Wassalamualaikum
September 17, 2016
Posted by addin al hakim

Memprogram Intel Galileo Gen 2

blognitbot.com


Catatan ini saya tulis karena saya yang pelupa dan sudah lama tidak bermain dengan intel galileo. Harapannya supaya saya tidak perlu mengingat lebih keras bagamana ribetnya memprogram intel galileo. Saya sangat menyukai pemrograman intel galileo dengan kombinasi arduino dan python, walaupun di situs resmi intel menggunakan pemrograman node.js. Node.js memiliki kelebihan disisi program yang dieksekusi secara asinkron/tidak berurutan (silahkan cari referensi mengenai node.js), tetapi dukungan library yang masih minim. Beda dengan Node.js, meskipun arduino dan python mengeksekusi program dengan berurutan, tetapi ketersediaan library di internet cukup banyak, sehingga cukup memudahkan dan tidak menguras waktu.

May 15, 2016
Posted by Niam Tamami

Entri Populer

tweet

- Copyright © 2013 blog.nitbot.com -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -